Showing posts with label infeksi-saluran-kencing. Show all posts
Showing posts with label infeksi-saluran-kencing. Show all posts

Thursday, January 10, 2013

Tanaman-Calingcing : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Calingcing (Oxalis corniculata Linn.)


Sinonim : Oxalis acetosella, Blanco, Oxalis cornculata, Miq. Oxalis javanica, Bl, Oxalis repens, Thunb.
Familia : Oxalidaceae

Uraian :

Tumbuhan merayap atau tegak tinggi mencapai 5 - 35 cm, tumbuh liar pada tempat-tempat yang lembab, terbuka maupun yang teduh di sisi jalan atau lapangan rumput. 
Untuk mengobati infeksi saluran Kencing, harus berdasarkan penelitian para Ahli sebagai berikut .
Untuk

Kembang-pukul-empat : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Kembang Pukul Empat (Mirabilisjalapa Linn.)


Sinonim : Jalapa congesta Moench. Nyctago hortensis, Bot.
Familia : Nyctaginaccae

Uraian :

Herba tahunan, tegak, tinggi 20 cm - 80 cm, berasal dari Amerika Selatan, banyak ditanam orang sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pembatas pagar rumah.
Untuk mengobati infeksi saluran kencing, harus mengikuti petunjuk dan penelitian para Ahli berikut ini .

Tanaman-greges-otot : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Greges Otot (Equisetum debile Roxb.)

Sinonim :
Familia : Equisetaceae

Uraian :

Tumbuh ditempat terbuka atau sedikit ternaungi, berkumpul pada tanah lembah berpasir dan berbatu-batu yang banyak digenangi air, sepanjang aliran air di pegunungan, tepi sungai, selokan atau di rawa-rawa.
Untuk mengobati infeksi saluran kencing, harus berdasar penelitian para Ahli berikut ini .

Tanaman-Ginjean : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Ginjean (Leonurus sibiricus L.)


Sinonim : = L. artemisia (Lour.) S.YHU. = L. heterophyllus, Sweet.
Familia : Labiatae .

Uraian :

Herba ini tumbuh liar di pinggiran kota, sepanjang aliran air, di semak-semak, kadang ditanam di kebun. 
Untuk  mengobati infeksi saluran kencing, harus mengikuti petunjuk hasil penelitian para Ahli sebagai berikut .

Tanaman-Genje : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Genje (Clerodendron indicum [L.] O. Ktje.)


Sinonim : C. fortunatum L., C. siphonanthus R. Br., C. lividum Lindl.
Familia : Verbenaceae

Uraian :

Genje tumbuh liar di hutan dan ladang. Kadang ditanam di halaman dekat pagar. 
Untuk mengobati infeksi saluran kencing, harus sesuai dengan penelitian para Ahli berikut ini .

Bunga-Matahari : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Bunga Matahari (Helianthus annuus Linn.)


Sinonim :
Familia : Compositae

Uraian :

Herba anual (umumya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbulu, tinggi 1 - 3 m, Ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias.
Untuk  mengobati infeksi saluran kencing harus sesuai dengan penelitian para Ahli berikut ini .

Bayam-Duri : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Bayam Duri (Amaranthus Spinousus, Linn.)


Sinonim :
Familia : Amaranthaceae

Uraian :

Bayam duri (amaranthus spinousus) termasuk jenis tanaman amaranth.Tumbuhan ini mempunyai batang lunak atau basah, tingginya dapat mencapai 1 meter. 
Untuk  mengobati infeksi saluran kencing, penggunaannya harus mengikuti hasil penelitian para ahli berikut ini .

Cakar-Ayam : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Cakar Ayam (Selaginella doederleinii Hieron.)


Sinonim :
Familia : Selaginellaceae

Uraian :

Termasuk divisi Pteridophyta, tumbuhan paku-pakuan ini tumbuh pada tebing, jurang, dan tempat-tempat teduh yang berhawa dingin. 
Untuk  mengobati infeksi saluran kencing harus di dasarkan penelitian para ahli berikut ini .

Tanaman-Bungur : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Bungur (Lagerstroemia speciosa Pers.)


Sinonim : L. reginae Roxb., L. flos-reginae Retz., L. loudoni T. & B., Adanzbea glabra Lamk. Familia : lythraceae.

Uraian :

Bungur dapat ditemukan di hutan jati, baik di tanah gersang maupun di tanah subur hutan heterogen berbatang tinggi. 
Untuk  mengobati Infeksi saluran kencing, penggunaannya harus berdasarkan penelitian para ahli berikut ini .

Kembang-Kertas : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Kembang Kertas (Zinnia elegans Jacq.)


Sinonim :
Familia : Asteraceae

Uraian :

Kembang kertas merupakan tanaman asli Meksiko, dan dapat ditemukan sampai ketinggian 1.400 m dpl. Tanaman ini menyukai tempat-tempat terbuka yang terkena cahaya matahari, biasa ditanam secara bergerombol di taman-taman atau di pekarangan sebagai tanaman hias atau bunganya digunakan sebagai bunga potong. Terna menahun yang tumbuh tegak dan berambut kasar ini tingginya sekitar 30-50 cm, daunnya berwarna hijau, letaknya berhadapan. Helaian daun bentuknya memanjang, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, tulang daun melengkung. Bentuk bunganya seperti bunga Aster, dengan warna yang beraneka ragam seperti merah tua, merah muda, kuning atau biru keunguan yang keluar dari ujung batang. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal : Kembang Kertas, Kembang ratna; Bai fi ju (China).

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Disentri, Kencing nanah, Bisul, Sakit pada puting susu;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI :

Seluruh tumbuhan

KEGUNAAN :
- Disentri.
- Kencing nanah
- Bisul (furunculosis)
- Sakit pada puting susu (papilla mammae)

PEMAKAIAN :

Untuk minum: 10 - 30 gram, direbus.
Pemakaian Luar: Secukupnya digiling halus dibubuhkan kebagian yang sakit.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :

Tawar, sejuk

Profil IPTEK | Site Map | Contact Us Copyright © 2005, IPTEKnet. All rights reserved Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support (021)71112109; Customer Care 081389010009; Fax. (021)3149058

Tanaman-Gendola : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Gendola (Basella rubra Linn.)


Sinonim : Basella alba, Linn. Basella cordifolia, Lamk.

Familia : Basellaceae

Uraian :

Gendola dapat ditemukan tumbuh liar, kadang ditanam untuk dirambatkan pada pagar, atau pergola sebagai tanaman hias. Tanaman ini dapat ditemukan dari 1-500 m dpl. Terna, melilit kekiri, tumbuh merayap atau memanjat, panjang sampai 6 m. Batangnya yang panjang ini tidak berkayu dan sangat lemah, bentuknya bulat, lunak, bercabang, merayap dan melilit pada tonggak atau para-para. Batang yang merayap di atas tanah, akan mengeluarkan akar. Daun tunggal, bertangkai, letak berseling. Bentuk daun bulat telur, ujung dan pangkal tumpul, tepi rata kadang berombak, panjang 2-17 cm, lebar 1-13 cm, pertulangan menyirip, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk yang keluar dari ketiak daun, duduk sepanjang poros bulir, panjang 3-21 cm, mahkota putih dengan ujung ungu. Buahnya buah buni, bulat, diameter 4-7 mm, masih muda hijau, setelah masak warnanya menjadi ungu. Bijinya satu, bulat, keras, warnanya merah keputihan. Ada dua warna gendola, putih dan merah. Perbedaanya pada warna batang dan tulang daun. Gendola merah, memiliki batang dan tulang daun yang berwarna merah. Daunnya dapat disayur, sedang buahnya bila diperas mengeluarkan warna merah yang dapat digunakan untuk mewarnai bahan makanan. Perbanyakan dengan stek batang atau biji.

Nama Lokal :

Gandola (Sunda), Gendola (Bali), lembayung (Minangkabau); Genjerot, gedrek, uci-uci (Jawa), Kandula (Madura); Tatabuwe (Sulut), Poiloo (Gorontalo), Kandola (Timor); Lo kuei (China).

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Radang usus buntu, Disentri, Berak darah, Influenza, Sembelit; Radang kandung kencing, Borok, Bisul, Abses, Campak (measles); Cacar air, Pegal linu, Reumatik, Radang selaput mata;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI:

Seluruh tanaman.

KEGUNAAN:

Seluruh tanaman:
- Radang usus buntu (appendicitis), disentri, berak darah.
- Radang kandung kencing, kencing sedikit dan sakit (anyang-anyangan)
- Influenza.
- Sembelit.
- Borok, bisul dan abses.

Bunga:
- Campak (measles), cacar air (varicella).
- Puting susu pecah-pecah.

Akar :
- Pegal linu, rematik.

Buah :
- Radang selaput mata (conjungtivitis).

PEMAKAIAN: Untuk minum: Seluruh tanaman sebanyak 15-30 g, atau 30 g akar, direbus.

CARA PEMAKAIAN:
  1. Radang usus, buntu: Seluruh tanaman gendola sebanyak 60-70 gram dicuci bersih, potong-potong, Ialu direbus dengan air bersih secukupnya sampai bahan terendam seluruhnya. Setelah airnya sisa setengah, angkat dan dinginkan, Ialu diminum.
  2. Influenza: 15 g daun segar dicuci Ialu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan sedikit garam dan diaduk sampai larut. Minum.
  3. Sembelit: Daun segar dimasak, makan.
  4. Kencing sedikit : 70 gram daun segar dicuci bersih, rebus dengan air secukupnya. Setelah dingin diminum seperti air teh.
  5. Berak darah: 25 gram tanaman gendola, 35 gram kapulaga dan seekor ayam betina tua yang telah dibuang kepala, kaki dan jeroannya, dimasak dengan air secukupnya.
  6. Dada terasa panas dan sesak: 70 gram gendola segar direbus dengan air secukupnya sampai kental. Campur dengan arak, minum.
Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Hilangkan panas dalam, hilangkan racun dan mengeluarkan organisme penyebab sakit dari darah.

KANDUNGAN KIMIA:

Daun: Glucan c, carotene, organic acid, dan mucopolysacharida seperti L-arabinose, D-galactose, L-rhamnose dan aldonic acid. Juga mengandung saponin, vitamin A, B dan C.

Profil IPTEK | Site Map | Contact Us Copyright © 2005, IPTEKnet. All rights reserved Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support (021)71112109; Customer Care 081389010009; Fax. (021)3149058

Wednesday, January 9, 2013

Tanaman-Jayanti : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Jayanti (Sesbania sesban Merr.)


Sinonim : = S.aegyptiaca, Pers.
Familia : Papilionaceae

Uraian :

Jayanti banyak ditemukan di Jawa, biasa di tanam di pekarangan, galengan sawah atau di perkebunan sebagai tanaman naungan, penahan angin atau pupuk hijau. Tanaman ini dapat tumbuh pada tanah yang jelek dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai sekitar 800 m dpi. Perdu atau pohon kecil, tinggi 2-6 m, banyak bercabang, tumbuhnya cepat. Daun berupa daun majemuk menyirip, dengan 7-25 pasang anak daun. Anak daun berbentuk garis sampai memanjang, bertangkai pendek, ujung bulat, tepi rata. Bunga dalam tandan, warnanya kuning. Buahnya buah polong, tumbuh menggantung, berbentuk garis. Daunnya dapat dimasak dan dimakan sebagai sayur. Selain itu, daunnya juga dapat digunakan untuk pupuk hijau dan digunakan sebagai makanan ternak. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal : Jayanti (Sunda), janti, giyanti, kelor wana (Jawa);

Penyakit Yang Dapat Diobati :

TB Paru (Tuberculosa), Kencing nanah, lnfeksi ginjal, demam;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI:

Daun, akar, kulit, biji, dan minyak,

KEGUNAAN:

Daun:
1. Demam.
2. Cacingan.
3. TB Paru (Tuberculosa).
4. Radang selaput lendir mata.
5. Infeksi ginjal.

Kulit:
1. Sukar berkeringat.
2. Kencing kurang lancar.
3. Kencing nanah.

Biji:
1. Kepala pusing.
2. Batuk.
3. Keguguran,
4. Datang haid tidak teratur.

Akar:
1. Kencing nanah.
2. Sifilis.

Minyak:
1. Borok, koreng, kudis.
2. Trachoma.

PEMAKAIAN:

Untuk minum: 1/4-1 genggam daun.

Pemakaian luar: Daun digiling halus, untuk pemakaian setempat.

CARA PEMAKAIAN:
  1. TB Paru: Daun jayanti sebanyak 1/4 genggam, dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus. Tambahkan 1/2 gelas air masak dan 1 sendok makan madu. Aduk sampai merata, lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 3 kali sehari.
  2. Kencing nanah: 1 jari akar jayanti, 6 lembar daun sirih, 6 buah kemukus, jintan hitam dan adas masing-masing 3/4 sendok teh, 3/4 jari pulosari, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3 x 3/4 gelas.
  3. lnfeksi ginjal: Daun jayanti sebanyak 1 genggam, dicuci bersih lalu bilas dengan air matang. Masukkan daun tadi kedalam 3/4 gelas air. Remas- remas daunnya sampai airnya berbusa. Saring, minum airnya. Lakukan setiap hari, sampai kencingnya menjadi lancar dan jernih kembali.
  4. Demam: Daun secukupnya dicuci bersih lalu diremas-remas dengan adas. Dibalurkan pada badan, yang akan memberikan rasa sejuk pada penderita demam.
Komposisi :

Profil IPTEK | Site Map | Contact Us Copyright © 2005, IPTEKnet. All rights reserved Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support (021)71112109; Customer Care 081389010009; Fax. (021)3149058

Tanaman-Jarong : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Jarong (Achyranthes aspera Linn.)


Sinonim : Centrostachys aspera, Standl. Cyathula geniculata, Lour. Desmochaeta repens, Llanos. Familia : Amaranthaceae

Uraian :

Terna 1 atau 2 tahunan, tegak, tinggi mencapai 1 m. Batang bersegi empat, warna hijau atau sedikit merah muda, bercabang banyak, Daun tunggal, duduk berhadapan, bertangkai, warna hijau, bentuk bulat telur sungsang sampai jorong memanjang. Panjang daun 1,5 - 10 cm, kedua permukaan daun berambut. Ujung daun tumpul atau memudar, pangkal daun menyempit, pinggir rata atau agak bergelombang, tulang daun menyirip. Bunga tumbuh di ujung tangkai/antara percabangan berbentuk tandan (seperti tangkai padi), kuntum bunga hijau, bulir bulat keras dan tajam.

Nama Lokal :

Jarongan, jarong lalaki, daun sangketan, nyarang (jawa).; Sui in sui, sangko hidung (Sulawesi), ; Rai rai, dodinga (Maluku).; Dao kou cao (China).

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Demam, Panas, Malaria, Enteritis, Amandel (Tonsilis), Radang paru; Gondongan, Reumatik, Infeksi Ginjal, Nyeri menstruasi, Muntah darah, Kencing darah, Mudah persalinan, Kencing Batu;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI:

Akar, seluruh tanaman.

KEGUNAAN:
  1. Demam, anas, malaria, enteritis.
  2. Radang amandel (tonsilitis), radang paru (pneumonia), gondongan.
  3. Radang sendi (rheumatic arthritis).
  4. Batu saluran kencing, bengkak pada infeksi ginjal.
  5. Nyeri menstruasi (dysmenorrhea), mempermudah persalinan (induction of labor). 6. Muntah darah, kencing darah (hematuria).
PEMAKAIAN:
9 -15 gram kering atau 30 - 60 gram segar, rebus, minum.
PEMAKAIAN LUAR: Dilumatkan; tempel ke tempat yang sakit atau direbus, airnya untuk cuci. 

Dipakai untuk obat luka, gigitan ular/ serangga, bisul (carbuncle).
CARA PEMAKAIAN:
  1. Gondongan: Rebus secukupnya akar jarong, minum, akarnya dilumatkan untuk ditempelkan ke tempat yang sakit.
  2. Kencing batu: Seluruh tumbuhan 18 - 30 gram (segar) atau 12 sampai 24 gram (kering), rebus, minum sebelum makan, sehari satu kali.
  3. Bisul besar di ketiak (Carbuncle): 60 gram tanaman segar (seluruhnya) ditambah air dan arak secukupnya, tim, minum. Ampasnya dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit.
PERHATIAN: 
Wanita hamil dilarang memakai tanaman obat ini.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:

Rasa agak pahit, sejuk. Melancarkan darah (blood stimulant), peluruh haid, memperkuat hati dan ginjal, memperkuat otot, urat dan tulang, anti inflamasi, anti toxin, peluruh air seni, menormalkan menstruasi, hemostatik, mempermudah persalinan.

KANDUNGAN KIMIA: Akirantin, glokosa, galaktosa, reilosa, ramnosa, alkaloid. Biji: Hentriakontan, sapogenin. Akar: Betain, ecdysterone, triterpenoid saponins.

Profil IPTEK | Site Map | Contact Us Copyright © 2005, IPTEKnet. All rights reserved Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support (021)71112109; Customer Care 081389010009; Fax. (021)3149058

Jengger-Ayam : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Jengger Ayam (Celosia cristata L.)

Sinonim : C. argentea L. var cristata (L.) O. Ktze.

Familia : Amaranthaceae

Uraian :

Umumnya, jengger ayam ditanam di halaman dan di taman-taman, jarang terdapat tumbuh liar. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna semusim ini tumbuh tegak, tinggi 60--90 cm, berbatang tebal dan kuat, bercabang, beralur. Daun tunggal, bertangkai, letak berseling. Helaian daun bentuknya bulat telur sampai memanjang dengan panjang 5--12 cm, lebar 3,5--6,5 cm, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, warnanya hijau dengan sedikit garis merah di tengah daun. Bunga majemuk berbentuk bulir, tebal berdaging, bagian atas melebar seperti jengger ayam jago, berlipat-lipat dan bercangap atau bercabang, keluar di ujung batang atau di ketiak daun, warnanya ungu, merah, dadu, atau kuning. Buah kotak, bulat telur, merah kehijauan, retak sewaktu masak, terdapat dua atau beberapa biji kecil, berwarna hitam. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Sumatera: celala (Gayo), banda ulu (Toba), bunga tali (Palembang). Jawa: jawer hayam, j. kotok (Sunda), bayem cenggeng, jengger ayam (Jawa), jhanghar ayam, rebha mangsor (Madura). Nusa Tenggara: janggar siap (Bali), ndae ana sina (Roti), bunak manula larit (Timor). Sulawesi: tatara manuk, sapiri manu, bunga api-api (Minahasa), laya (Gorontalo), langgelo (Buol), kaputi ayam, rangrang jangang (Makasar), bunga taEi manu, puwa ri sawito (Bugis). Maluku: wire, kolak (Kai), toko marerede (Halmahera), sule-sule (Ternate).Melayu: bayam biludu, rara ayam. 

NAMA ASING
Ji guan hua (C.), coxcomb, cockscomb (I), hahnenkamm. NAMA SIMPLISIA Celosiae cristatae Flos (bunga jengger ayam

Penyakit Yang Dapat Diobati : Bunga jengger ayam rasanya manis, sifatnya sejuk, astringen, dengan afinitas ke meridian hati dan ginjal. Berkhasiat antiradang, penghenti perdarahan (hemostatis), dan menerangkan penglihatan.

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah bunganya. Keringkan dengan cara dijemur untuk penyimpanan.

INDIKASI

Bunga digunakan untuk pengobatan: - perdarahan seperti mimisan (epistaksis), batuk darah (hemoptisis), muntah darah (hematemesis), air kemih berdarah (hematuria), wasir berdarah, perdarahan rahim, - disentri, diare, - penglihatan kabur, mata merah, - infeksi saluran kencing, kencing nanah, dan o keputihan (leukorea).

CARA PEMAKAIAN

Untuk obat yang diminum, gunakan 10--15 g bunga kering yang direbus atau bunga kering yang digiling halus menjadi bubuk atau dibuat pil. Untuk pemakaian luar, rebus bunga segar. Setelah dingin, gunakan airnya untuk mencuci luka berdarah, wasir berdarah, gatal-gatal (pruritus). Selain itu, dapat juga menggunakan bunga segar yang digiling halus, lalu tempelkan ke tempat yang sakit, seperti wasir, gigitan serangga, atau luka.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT
  • Menghentikan perdarahan, seperti pada batuk darah, muntah darah, mimisan, dan wasir berdarah Rebus semua bahan segar, seperti bunga jengger ayam, urang-aring (Eclipta prostrata), dan akar alangalang (Imperata cylindrica) masing-masing 15 g dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring airnya, lalu minum sekaligus pada pagi hari sebelum makan. Rebus ampasnya sekali lagi dan minum pada sore hari.
  • Perdarahan rahim Larutkan bubuk jengger ayam (6 g) dalam arak (15 g). Minum sekaligus sebelum makan nasi. Pantang makan yang amis-amis dan daging babi. Giling bunga jengger ayam kering menjadi serbuk. Ambil sebanyak 5 g, seduh dengan secangkir air panas, lalu tutup. Setelah dingin, minum sekaligus. Lakukan 3-4 kali sehari.
  • Disentri Siapkan bunga jengger ayam (15 g), sambiloto (Andrographis paniculata) (15 g), dan patikan kebo (Euphorbia hirta) (10 g). Semuanya dalam bentuk bahan kering. Tambahkan tiga gelas air dan rebus sampai airnya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus sebelum makan. Rebus ampasnya sekali lagi, minum airnya pada sore hari.
  • Keputihan Siapkan bunga jengger ayam dan sambiloto (Andrographis paniculata) (masing-masing bahan kering sebanyak 15 g) serta daun Iler segar (Coleus scutellarioides) (10 lembar). Tambahkan tiga gelas air dan rebus sampai airnya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus sebelum makan. Rebus ampasnya sekali lagi dan minum airnya pada sore hari.
  • Infeksi saluran kencing Siapkan bunga jengger ayam (15 g), herba daun sendok (Plantago mayor) (15 g), daun kumis kucing (Orthosiphon spicatus) (30 g), dan daun sambiloto (20 g). Semuanya dalam bentuk bahan kering. Cuci semua bahan, lalu rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum sehari tiga kali, masing-masing setengah gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Komposisi :

Bunga mengandung minyak lemak, kaempferitrin, amaranthin, pinitol, sedangkan pada daun terdapat saponin, flavonoida, dan polifenol.

Profil IPTEK | Site Map | Contact Us Copyright © 2005, IPTEKnet. All rights reserved Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support (021)71112109; Customer Care 081389010009; Fax. (021)3149058

Kamboja : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Kamboja (Plumeria rubra L.cv. Acutifolia.)


Sinonim : Plumeria acuminata, Ait. P. acuminata, Roxb. P. acutifolia, Poir. P. alba, Blanco. P. obtusa, Lour. P. rubra, Linn. from acutifolia Woods. P. rubra, Linn. var. acutifolia (Poir) Bailey.

Familia : Apocynaceae

Uraian :

Morfologi Kamboja Daerah asal tumbuhan ini dari Amerika tropik dan Afrika, Termasuk tanaman hias, Varitas tumbuhan kamboja terdiri dari beberapa jenis antara lain : Kamboja putih dan kamboja merah / Kamboja jepang. Batang : batang berkayu keras tinggi, mencapai 6 meter, percabangannya banyak, batang utama besar, cabang muda lunak, batangnya cenderung bengkok dan bergetah. Daun : daun hijau, berbentuk lonjong dengan kedua ujungnya meruncing dan agak keras dengan urat-urat daun yang menonjol, sering rontok terutama saat berbunga lebat, Bunga : Bunganya berbentuk terompet, muncul pada ujung-ujung tangkai, daun bunga berjumlah 5 buah, berbunga sepanjang tahun. Syarat Tumbuh : Tumbuh subur di dataran rendah sampai ketinggian tanah 700 meter di atas permukaan laut, tumbuh subur hampir di semua tempat dan tidak memilih iklim tertentu untuk berkembang biaknya.

Nama Lokal : Kamboja (Indonesia), Semboja (Jawa), Bunga jebun (Bali); Samoja, Kamoja (Sunda), Bunga lomilate (Gorontalo); Campaka molja/bakul (Madura), Pandam (Minangkabau); Karasuti, Kolosusu, Tintis (Minahasa), Capaka kubu(Tidore) .

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Kencing nanah (Gonorrhea), Bengkak, Bisul .

Pemanfaatan :
  1.  Kencing Nanah (Gonorrhea) Bahan: 1 Potong akar kamboja Cara membuat: direbus dengan gelas air sampai mendidih. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 cangkir.
  2. Patek, Puru (Frambusia) Bahan: 2 Sirap kulit kamboja Cara membuat: ditumbuk halus dan direbus dengan 1 cerek air sampai mendidih. Cara Menggunakan: digunakan untuk mandi dan menggosok yang luka.
  3. Memulihkan Bengkak Bahan: 1 Sirap kulit kamboja Cara membuat: ditumbuk halus dan direbus dengan 0,5 cerek air sampai mendidih. Cara menggunakan: digunakan untuk merendam bagian tubuh yang bengkak.
  4. Bisul 
  •  a. Bahan: daun kamboja dan minyak kelapa Cara membuat: daun kamboja dilemaskan dan diolesi dengan minyak kelapa. Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang bisul
  • b. Bahan: Getah Kamboja Cara membuat: ambil getah kamboja dari pohonnya Cara menggunakan: oleskan pada bagian yang bisul.

Komposisi :

Getah Pohon Kamboja (Plumeria acuminata) mengandung senyawa sejenis karet, triterpenoid amyrin, lupeol, kautscuk dan damar. Kandungan minyak menguapnya terdiri dari geraniol, sitronellol, linallol, farnesol dan fenetilalkohol.

Profil IPTEK | Site Map | Contact Us Copyright © 2005, IPTEKnet. All rights reserved Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support (021)71112109; Customer Care 081389010009; Fax. (021)3149058

Kembang-Bugang : mencegah, mengobati, infeksi-saluran-kencing

Kembang Bugang (Clerodentrum calamitosum L.)

Sinonim :

Familia : Verbenaceae

Uraian :

Di Jawa, terdapat dari dataran rendah sampai 750 m dpl., terutama pada daerah dengan musim kemarau yang panjang dan di tempat-tempat yang ternaungi. Tanaman ini dapat ditemukan di sekitar kampung, di kebun, tepi hutan dan jalan, kadang ditanam di pekarangan sekitar rumah sebagai tanaman hias atau tanaman obat. Perdu, tumbuh tegak, tinggi 0,5-1 m, berakar tunggang dengan tunas akar menjalar di bawah tanah, bagian yang muda berambut pendek dan rapat. Batang berkayu, bercabang, diameter sekitar 1 cm, warnanya putih kehijauan. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan, bentuknya bulat telur, tepi bergerigi, ujung dan pangkal meruncing, panjang 4-9 cm, lebar 1,5-4 cm, pertulangan menyirip, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk berkumpul dalam malai yang keluar dari ketiak daun, dengan 5 mahkota bunga berwarna putih yang bercangap sampai pada pangkalnya. Benangsari dan tangkai putik menjulang diluar mahkota. Buahnya buah batu, bentuknya bulat pipih berwarna hitam mengkilat, diameter sekitar 1 cm, dengan kelopak buah berwarna merah tua mengkilat. Bijinya keras, kecil, warnanya hitam. Perbanyakan dengan biji dan tunas akar.

Nama Lokal :
Kembang bugang, keci beling, keji beling (Jawa),; Kayu gambir (Sumatera).

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Disentri, Demam, Wasir, Kencing tidak lancar, Kencing nanah; Kencing batu, sifilis, Digigit ular.

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI:

Daun, akar.

KEGUNAAN:

Daun:
- Disentri.
- Demam.
- Wasir.
- Kencing tidak lancar, kencing nanah. Kencing batu jenis calsium oksalat dan triple-phosphate. - Sifilis (lues).

Akar:
- Digigit ular.

Buah:

- Disentri.

PEMAKAIAN:

Untuk minum:
9 lembar daun ukuran sedang atau 7 lembar daun ukuran besar, direbus.

Pemakaian luar:
Daun dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan sedikit minyak. Dipakai untuk pengobatan: Perut kembung (meteorismus), luka bakar, bisul, borok framboesia, radang ginjal (nephritis).

CARA PEMAKAIAN:
  1. Demam: 10 g daun segar dicuci lalu direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring, minum sekaligus.
  2. Digigit ular: Sepotong akar sebesar ibu jari dicuci bersih dan dibilas dengan air matang, lalu dikunyah. Airnya ditelan, ampasnya diletakkan pada luka gigitan.
  3. Wasir : 9 lembar daun dicuci bersih dan dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan madu seperlunya. Sehari 2 x 3/4 gelas.
  4. Kencing batu: a. 8 lembar daun dicuci lalu dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan madu seperlunya. Sehari 3 x 3/4 gelas. b. Daun kembang bugang, daun sarap, daun pecut kuda, daun kumis kucing, masing- masing 7 lembar, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 3 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3 x 1 gelas.
  5. Kencing nanah: 6 lembar daun kembang bugang, 10 lembar daun pegagan, 20 lembar daun picisan, 25 lembar daun jinten, 12 sirip daun meniran, 9 lembar daun murbei, 8 lembar daun sendok, 50 lembar daun kumis kucing, 8 lembar daun bengang, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4 gelas air bersih sampai airnya tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum, Sehari 3 x 3/4 gelas.
CATATAN:

Clerodendrum calamitosum L. atau kembang bugang,
dikenal juga dengan nama: Keci beling.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Menghentikan perdarahan, penghancur batu ginjal.

KANDUNGAN KIMIA:
Saponin, flavonoida, politenol, alkaloid, kalium.

Profil IPTEK | Site Map | Contact Us Copyright © 2005, IPTEKnet. All rights reserved Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support (021)71112109; Customer Care 081389010009; Fax. (021)3149058